Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kata ikhlas dan pasrah. Itulah yang banyak orang dengar dan dinasihatkan. Tidak banyak orang yang mampu menguasai sikap ini. jika ditelisik lebih dalam lagi, ikhlas berarti merelakan apa yang sudah bukan milik kita. Sedangkan pasrah adalah sesuatu yang mesti kita serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah dalam memaknainya sehingga bukanlah sikap ikhlas, melainkan keluhan dan rasa seseorang sudah merelakan, berarti ia harus bisa tidak mengungkit-ungkit akan hal itu lagi. Jika diungkit atau dibicarakan, maka tidak bisa ikhlas. Memang, sangat sulit untuk merelakan sesuatu yang sudah pernah kita miliki, namun sekarang sudah tidak lagi. Perlu diketahui bahwa apa yang sedang kita miliki saat ini, hakikatnya bukanlah milik kita. Itu semua hanyalah titipan yang harus kita jaga sebaik mungkin. Ketika Tuhan mengambilnya kembali, maka kita harus rela. Karena pada dasarnya itu semua dulunya bukan milik Tuhan pun mencabut titipan yang kita miliki. Maka sudah sewajarnya karena itu semua adalah milik-Nya, bukan kepunyaan kita. Inilah yang perlu direnungkan dan ditafakkuri. Jika ketidakikhlasan masih melekat dalam diri kita, maka bisa dipastikan hidup kita tak mungkin bisa bahagia. Sebagai contoh, saat kita terbaring sakit sehingga kita pun tak memiliki rasa sehat. Jika kita tak bisa ikhlas dengan rasa sakit yang menimpa kita, justru hal itu akan menjadi sakit yang berlebih. Karena ada rasa takut, khawatir, dan cemas. Pikiran dan perasaan negatif itulah yang malah menjadikan penyakit kita semakin suka singgah dalam tubuh kita. Begitu juga sebaliknya. Padahal, antara sehat dan sakit, hidup kita lebih banyak sehatnya ketimbang sakit. Namun, ketika Tuhan memberikan rasa sakit kepada kita, kenapa kita menjadi tidak bisa menerima? Padahal, kita pun bisa menerima diri kita saat kita sehat. Memang hal itu adalah wajar dan manusiawi. Karena sejatinya, kebutuhan dasar manusia adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Sehat adalah nikmat dan sakit adalah pasrah bisa dimaknai menyerahkan segala urusan kita kepada Tuhan setelah kita berusaha semampu kita. Namun, banyak orang yang menyikapi dan berasumsi bahwa pasrah ya tidak melakukan apa pun. Praduga itulah yang salah. Jika kita hanya menanti takdir dan tak mau berusaha, itu namanya putus asa, bukan diketahui bahwa arti pasrah sesungguhnya adalah kita melakukan usaha semaksimal dan sebaik-baik mungkin, sedangkan hasilnya itu terserah kepada Tuhan YME. Mau dibuat sesuai dengan harapan kita atau tidak, itu terserah oleh-Nya. Itulah pasrah sesungguhnya. Yang terpenting kita semua sudah melakukan usaha sesuai dengan kemampuan berkaitan dengan arti kata sabar. Banyak orang ketika sedang ada masalah dan sedikit muncul amarah, dia mengatakan “sabar” sambil mengelus dada. Itu bukan sabar, tetapi menahan amarah dan masih mengeluh dalam hatinya. Sabar bukan mengeluh dan bukan menahan amarah. Sabar adalah kondisi ketika kita bisa menerima keadaan dengan tetap memiliki hati yang tenang. Inilah sabar. Namun, memanglah susah jikalau dilakukan. Akan tetapi, ketika tak dilatih, maka hal itu tak akan bisa. Hakikatnya, ikhlas, pasrah, dan sabar sangat berkaitan erat sehingga nantinya kita bisa menjadi manusia yang bahagia karena bisa mencapai ketenangan. Karena ketenangan bisa menciptakan kebahagiaan. Bahkan, lebih jauh lagi, ketenangan bisa menciptakan pula sebuah solusi. bagi seorang yang beragama, tentunya cara itu bisa dilakukan dengan cara beribadah ataupun berdzikir. Atau melakukan amalan-amalan tertentu untuk bisa menenangkan hati dan terkait. Lihat Healthy Selengkapnya
Yangdimaksud Pemaaf adalah orang yang mudah memaafkan atas perlakuan tidak baik seseorang kepada dirinya, dan tidak membalas dengan keburukan. Pembahasan Beberapa Dalil Alquran tentang Ikhlas,Sabar,dan Pemaaf. Dalil tentang Ikhlas : QS. An-Nisa' Ayat 146
Pengertian Ikhlas Yang Benar,Tagtentang ikhlas, tentang ikhlas dan sabar, tentang ikhlas melepaskan, tentang ikhlas yang tidak pernah sempurna, tentang ikhlas adi hidayat, tentang ikhlas dalam islam, ikhlas tentang jodoh, ceramah tentang ikhlas dan sabar, ceramah tentang ikhlas menerima takdir, ceramah tentang ikhlas sabar dan pemaaf,definisi ikhlas, definisi ikhlas gus baha, definisi ikhlas melepaskan seseorang,tingkatan ikhlas, tingkatan ikhlas gus baha, tingkatan ikhlas seseorang, tingkatan ikhlas dengan urut, tingkatan ikhlas dengan urut adalah, ikhlas tingkatan 1,Ikhlas TentangIkhlas SinarDoa DoaBarokah BarokahDoa DoaGuru GuruDoa PetualangDoa AbahGuru
Apabilamendapatkan cobaan, maka Anda perlu bersabar dan ikhlas dengan apa yang sedang terjadi. Sebab, sesungguhnya Allah selalu bersama dengan orang-orang sabar. Itulah penjelasan singkat tentang Sabar Adalah : Pengertian dalam Islam dan Dalilnya (Qur'an dan Hadits), semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi yang belum
Carilahpengertian ikhlas, sabar, dan pemaaf - Brainly.co.id. Catatan tentang Ikhlas, Sabar, Pemaaf - Clearnote. PAI Kelas 7 Bab 13 Bag 4 Perilaku Ikhlas, Sabar dan Pemaaf - YouTube. √ 1. Jelaskan isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 146! 2. Jelaskan isi kandungan Q.S. ²li-Imran/3: 134 - Ilmu Edukasi. Pemaaf dan Sabar, Akhlak Para Nabi dan
. 30 282 382 230 366 257 260 80
jelaskan pengertian ikhlas sabar dan pemaaf