Berandamotor Cara Ganti Seher Serta Biaya Turun Mesin Motor Absolute 110 & Blade 110 Ganti piston atau seher pada motor Revo 110, apa saja sih yang harus dilakukan dan apa saja spare partnya, ok berikut penjelasannya bro.. Untuk mengganti piston Honda Revo Absolute 110 dan Blade 110, diperlukan beberapa kunci yaitu kunci T8, T10, T12
HOME TIPS & TRICK Youtube/Saudara Motor Ilustrasi overhaul alias turun mesin - Jangan lupa ganti dua part berikut ini saat motor kalian turun mesin. Tujuannya, supaya kalian enggak kerja dua kali saat motor turun mesin. "Saat turun mesin, pastikan paking dan sil-sil lainnya diganti dengan yang baru," buka Muhammad Faiz, Owner bengkel spesialis motor matic, D'kutic kepada GridOto. Apalagi ada beberapa jenis packing pada mesin motor yang gampang rusak saat dibongkar. Baca Juga Perlu Enggak Sih Baut Pembuangan Oli Dikasih Seal Tape Biar Enggak Rembes? "Kalau paking lama dipasang lagi, nanti enggak lama atau sekitar 1 sampai 2 bulan bikin oli mesin jadi rembes," jelas Faiz. "Kalau sudah begitu jadi kerja dua kali, bongkar mesin lagi hanya untuk ganti paking saja," tambahnya saat ditemui Gridoto. Dok. Otomotifnet Jangan lupa untuk ganti paking baru saat motor turun mesin Khusus motor 4-tak, jangan lupa gantil sil klep saat turun mesin. "Mumpung head dan blok silinder lagi turun, enggak ada salahnya untuk ganti sil klep," jelas Faiz. MOTOR PlusRyan Gantilah seal atau sil klep saat kalian turun mesin Baca Juga Cara Darurat Menghilangkan Rembesan Oli Di Bagian Mesin Motor
Namun jangan asal menggunakan saja karena ada beberapa komponen motor matic yang harus diganti secara berkala. Komponen motor matic yang harus diganti secara berkala tak hanya oli dan kanvas rem. Masih ada busi, ban, van belt, dan lain sebagainya. Perawatan ini jelas akan sangat berpengaruh pada keselamatan pengguna dan kesehatan motornya.
Alat transportasi apapun tentu membutuhkan perawatan yang harus rutin dilakukan. Tak terkecuali bagi sepeda motor, baik matic maupun kopling. Keduanya tetap membutuhkan service secara berkala agar performanya tetap prima dan dapat menunjang pengalaman berkendaramu dengan lebih nyaman. Tanpa perawatan yang rutin, sebuah kendaraan dapat mengalami kondisi turun mesin. Kondisi ini memungkinkan Anda harus mengganti berbagai macam spare part pada motor yang tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Nah, maka dari itu penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja sih penyebab dari turun mesin motor yang kerap menjadi momok bagi para pemilik kendaraan. Penasaran apa saja, kan? Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya! Penyebab Turun Mesin pada Motor yang Perlu Anda Ketahui Cara berkendara yang buruk Faktor pertama yang dapat menyebabkan sebuah motor mengalami kondisi turun mesin adalah dari segi penggunaannya. Motor yang sering digunakan secara ugal-ugalan tentu akan lebih mudah mengalami kerusakan dan membuat usia mesin tak tahan lama. Maka dari itu, cara Anda berkendara di jalan pun harus diperhatikan. Pastikan Anda tidak menarik gas terlalu kuat dan melakukan pengereman mendadak setelahnya. Saat melewati jalanan berlubang maupun polisi tidur juga harus dikendarai secara perlahan agar tidak terjadi benturan yang keras dan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen di dalam mesin motor. Terlalu sering telat ganti oli Oli dalam sebuah kendaraan memiliki peran yang cukup krusial. Salah satunya, cairan ini berguna untuk melumasi perangkat dalam mesin dan meminimalisir terjadinya gesekan antar komponen. Tanpa oli, mesin dalam motor akan bekerja sangat keras hingga dapat menyebabkan komponen di dalamnya lebih cepat aus dan memiliki usia pakai yang cukup singkat. Selain itu, ini juga akan mempengaruhi performa tarikan motor yang Anda gunakan. Idealnya, ganti oli dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Namun, hal ini tentu disesuaikan dengan penggunaan kendaraan Anda setiap harinya. Jika kendaraan tersebut digunakan terlalu sering untuk menempuh jarak jauh, maka ganti olinya bisa lebih cepat. Umumnya, setiap km sekali Anda wajib mengganti oli dalam motor tersebut agar performanya tidak menurun. Jarang service motor Service motor menjadi salah satu perawatan yang harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali. Ini akan memudahkan Anda mengetahui komponen motor mana yang harus segera diganti dan mengantisipasi kerusakan yang lebih jauh. Biasanya service motor dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. Tergantung dari penggunaan kendaraan tersebut. Jika Anda jarang membawa kendaraan kesayangan ke bengkel untuk di-service. Maka Anda harus paham bahwa konsekuensinya bisa terjadi kerusakan parah pada motor sewaktu-waktu. Kemungkinan terburuknya juga bisa mengalami turun mesin akibat jarang melakukan service motor. Terlalu sering menerobos banjir Anda pasti sudah tahu bahwa menerobos banjir adalah ide yang buruk untuk berbagai jenis kendaraan. Terlebih jika genangan air yang ada cukup tinggi. Selain dapat menyebabkan mogok bagi kendaraan yang lewat. Menerobos banjir juga dapat membuat terjadinya overhaul atau turun mesin. Ini dikarenakan air banjir berasal dari hujan yang mengandung asam. Nah, kandungan asam tersebut jika mengenai besi pada motor akan membuatnya mudah berkarat. Anda tentu bisa membersihkannya jika komponen tersebut berada di luar. Namun, bagaimana untuk membersihkan komponen yang ada di dalam mesin? Itu akan sangat sulit dan membutuhkan usaha yang ekstra. Maka dari itu, jangan pernah menyepelekan hal ini karena dapat memicu terjadinya turun mesin pada motor kesayangan Anda. Jarang mengganti air radiator Air radiator memiliki fungsi penting yakni sebagai pendingin saat mesin motor bekerja. Tanpa air radiator, tentu kendaraanmu akan lebih cepat mengalami overheating. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan performa motor yang kurang maksimal dan kerusakan di beberapa komponen lain hingga menyebabkan turun mesin. Itulah tadi beberapa penyebab turun mesin pada motor yang perlu Anda ketahui. Jika sudah terlanjur terjadi, solusinya hanya satu yakni mengganti komponen yang rusak dengan yang baru. Memang tak murah, namun dari sana Anda bisa belajar untuk lebih memperhatikan kondisi motor secara keseluruhan.
VBelt Motor Matik Putus Sebenarnya Bisa Diantisipasi. Lantas, komponen apa saja yang harus diganti ketika sepeda motor mengalami turun mesin? Menurut General Manager Aftersales and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Muhammad Abidin, ada beberapa komponen yang umumnya harus diganti saat proses perbaikan motor.
 Otomotif Motor Jumat, 5 Agustus 2016 - 1423 WIB - Turun mesin menjadi salah satu momok bagi para pengendara sepeda motor. Pasalnya, banyak yang masih beranggapan jika motor harus turun mesin maka performanya tak akan kembali seperti sebenarnya jika dilakukan dengan cara yang benar oleh ahli yang tepat, turun mesin itu justru menguntungkan. Pasalnya, dengan turun mesin, banyak komponen yang dibersihkan dan yang rusak dapat diganti. Lantas, komponen apa saja yang harus diganti ketika sepeda motor mengalami turun mesin?Menurut General Manager Aftersales and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing YIMM, Muhammad Abidin, ada beberapa komponen yang umumnya harus diganti saat proses perbaikan motor."Memang ada beberapa komponen yang umum dan harus diganti saat proses bongkar pasang motor saat mengalami turun mesin, dan ini sifatnya wajib ketika motor mengalami turun mesin," kata Abidin saat dihubungi yaitu gasket atau packing cylinder head, cylinder body, bak kopling, dan oli mesin. Jika motor menggunakan air radiator, tambah air radiator menambahkan, untuk motor yang mengalami turun mesin, sebetulnya tidak ada patokan kilometer. Motor harus turun mesin akibat perawatan yang tidak sesuai pabrikan. Apabila motor dilakukan perawatan secara rutin, tidak akan terjadi turun mesin."Tidak ada standar jarak sepeda motor untuk turun mesin. Bahkan, saya memiliki motor lebih dari 100 Kilometer jaraknya, belum ada masalah. Jadi, tidak perlu bongkar mesin. Syaratnya hanya ikuti buku manual untuk perawatan berkala ganti oli setiap 3000 km dan perawatan rutin setiap 3 bulan sekali," kata dia. Rem Motor Anda Keras, Ini Penyebabnya Sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara. 11 Agustus 2016
YamahaIndonesia. VIVA Otomotif - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi menyampaikan bahwa Yamaha WR155R kena recall. Recall pada motor trail Yamaha itu karena adanya komponen yang bermasalah dan perlu pemeriksaan ulang. "Yamaha menemukan bahwa diperlukan adanya suatu pemeriksaan lanjutan pada komponen Bearing Front
Jakarta - Turun mesin adalah hal yang sangat dihindari para pengendara. Selain membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya, turun mesin biasanya juga memerlukan biaya yang tak sedikit. Supaya motor Anda terhindar dari turun mesin, begini cara Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers dalam keterangannya, turun mesin pada motor artinya pembongkaran mesin karena komponen di dalam mesin terjadi kerusakan dan menyebabkan performa motor menurun atau bahkan turun mesin karena ada masalah pada mekanisme perputaran mesin, penyebabnya adalah tidak melakukan perawatan berkala secara rutin. Tanda-tanda motor harus turun mesin adalah motor hilang tenaga disertai suara mesin yang kasar, knalpot keluar asap putih pekat terus menerus, bahkan motor mogok dan sulit dinyalakan kembali. Berikut tips agar motor tidak turun mesin1. Rajin Ganti OliOli sangat vital bagi motor, karena memiliki fungsi penting yaitu mendinginkan suhu mesin, mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin, serta melapisi komponen supaya tidak korosi. Jika penggantian oli motor tidak sesuai dengan ketentuan pabrikan, maka bisa menyebabkan fungsi oli tidak maksimal. Ganti oli mesin motor maksimal km atau 3 bulan Jangan Modifikasi MesinPabrikan sudah mendesain spesifikasi mesin agar komponen mesin tahan lama. Perubahan spesifikasi mesin atau modifikasi sudah pasti akan mengurangi umur komponen di dalam bikers ada yang memodifikasi mesin motornya. Namun perlu diketahui, modifikasi dapat menghilangkan garansi resmi motor, karena modifikasi bisa menyebabkan umur komponen pada mesin pendek, sehingga menyebabkan kemungkinan turun mesin menjadi lebih Hindari Genangan TinggiSaat ini curah hujan cukup tinggi, yang mengakibatkan cukup rawannya genangan air yang ada di jalan yang sering dilewati. Jika bertemu genangan air yang tinggi saat Anda berkendara, disarankan untuk mencari jalan tidak ada jalan lain dan harus melewati genangan itu, disarankan untuk mematikan motor dan lewati genangan air dengan cara mendorong motor, serta pastikan saluran udara bersih dari air saat akan menyalakan tersebut karena pada saat melewati genangan air yang tinggi dengan kondisi mesin menyala, membutuhkan udara untuk pembakaran dan masalahnya jika motor tersebut melewati genangan air yang sejajar atau melewati filter udara, maka mesin akan menghisap udara sekaligus air. Jika air masuk sampai ruang bakar, maka akan menyebabkan water hammer, akibatnya piston rusak dan setang piston bengkok, sehingga turun mesin tidak dapat Rutin Servis BerkalaSelain melakukan perawatan yang sudah dijelaskan di atas, disarankan untuk rutin servis secara berkala di bengkel resmi. Dengan servis di bengkel resmi, dapat mengetahui mengenai kualitas serta garansi yang diperoleh. Simak Video "Kapan Sebaiknya Motor Ganti Oli?" [GambasVideo 20detik] lua/dry
mesinkruk as suzuki shogun kebo. Akibat - akibat darinya kerusakan mesin yang sampai pada turunnya mesin kendaraan bermotor : Stang piston; stang piston merupakan salah satu komponen motor yang memiliki peran sangat penting. Fungsi stang seher utamanya adalah untuk menaikkan dan menurunkan silinder.
Berapa KM Motor Turun Mesin – Nah pastinya kalian pernah mendengar atau bahkan mengalami kejadian motor turun mesin? Turun mesin atau sering juga disebut overhaul merupakan istilah untuk proses pelepasan mesin dari sasis kendaraan untuk memperbaiki kerusakannya. Istilah turun mesin jadi momok menakutkan bagi para pemilik kendaraan baik motor maupun mobil. Selain harus merogoh kocek cukup dalam. Harga yang perlu ditebus untuk sekali proses turun mesin pada motor bebek berkisar di angka Rp untuk pemeriksaan dan pembongkaran. Harga tersebut juga belum termasuk penggantian suku cadang yang rusak. Semakin banyak yang rusak, maka semakin banyak juga uang yang perlu dikeluarkan. Selain itu motor yang telah mengalami turun mesin pun harga jualnya ikut merosot. Ketika dijual diler jual beli motor bekas bisa menaksir harga rendah jika paham motor pernah turun mesin. Hal itu bukan tanpa sebab. Penyebab Motor Turun MesinSering Terkena BanjirMelakukan Modifikasi MesinJarang Melakukan Servis RutinTerlambat Mengganti OliBerapa KM Motor Turun Mesin Penyebab Motor Turun Mesin Motor bisa turun mesin ketika piston sebagai tenaga penggerak pada motor mengalami keausan. Akibatnya kemampuan mesin untuk melakukan pembakaran secara maksimal pun berkurang. Gejala turun mesin sebenarnya dapat terlihat secara kasat mata. Beberapa diantaranya asap putih mengepul dari knalpot, mesin cepat panas, sulit distarter, hingga hilangnya tenaga pada motor meski sudah digas cukup dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan motor bisa sampai turun mesin. Salah satunya perilaku lalai si pemilik, nah berikut penjelasan selengkapnya dibawah ini Sering Terkena Banjir Motor turun mesin kerap dialami oleh pengendara yang sehari-hari menjelajah kota besar. Terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. Menerobos banjir atau genangan air sangat berisiko apalagi sampai air masuk ke dalam mesin melalui filter udara dan akhirnya bercampur dengan pelumas. Jika air sampai masuk, maka efeknya tidak akan langsung terasa dan terlebih kalau jumlahnya hanya sedikit. Perlahan kualitas pelumasan akan berkurang karena adanya air yang tercampur pada oli. Selanjutnya air di dalam mesin juga bisa menyebabkan baret pada komponen apalagi partikel air tercampur dengan debu dan pada akhirnya menyebabkan karat, lambat laun stang piston bisa bengkok. Melakukan Modifikasi Mesin Bagi pecinta kecepatan mungkin sudah tidak asing mendengar istilah bore-up istilah ini merujuk pada modifikasi mesin motor untuk meningkatkan performa motor. Dan biasanya ada beberapa tahapan untuk melakukan bore up dari standar hingga ekstrim. Untuk bore-up standar hanya meningkatkan pengapian pada motor dengan mengganti beberapa komponen seperti koil, busi, hingga ECU. Sementara untuk bore-up ekstrim biasanya dilakukan merubah diameter piston dan klep bahkan tidak jarang mengganti stang piston guna memperbesar cc motor itu sendiri. Namun perlu diingat bahwa bore up ini juga memaksa semua bagian mesin untuk bekerja lebih keras dari yang ditetapkan pabrik. Karenanya risiko komponen menjadi cepat aus juga semakin besar. Jarang Melakukan Servis Rutin Penyebab mesin turun selanjutnya diakibatkan perilaku pemilik kendaraan itu sendiri salah satunya malas untuk melakukan perawatan rutin di bengkel. Jadi bukan cuma ganti oli saja namun benar-benar melakukan servis keseluruhan. Terlambat Mengganti Oli Oli atau pelumas menjadi bagian penting pada sepeda motor. Fungsinya sangat vital sebagai pelumasan pada komponen mesin saat bergesekan. Selain itu oli juga menjaga suhu kendaraan dari panas berlebih akibat gesekan atar komponen mesin. Namun seiring masa pemakaian, kemampuan oli sebagai pelindung komponen pada mesin akan terus menurun. Ganti oli biasanya dilakukan setiap 2000 sampai 4000 kilometer atau setiap dua bulan tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Nah untuk meningkatkan performa mesin, kalian bisa mencoba oli Pertamina Enduro 4T Racing yang di desain khusus untuk perlindungan sempurna motor bebek. Enduro 4T Racing merupakan pelumas motor empat langkah dengan kekentalan ganda berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan base oil sintetik dan aditif pilihan. Produk ini memiliki kekentalan SAE 10W-40 dengan tingkatan mutu API SL dan JASO MA2. Spesifikasi ini merupakan salah satu keunggulan Enduro 4T Racing karena memiliki fitur anti slip kopling terbaik untuk motor bebek dan menjadikan tarikan motor lebih bertenaga. Hal ini juga telah dibuktikan melalui pengujian variable speed friction test dengan friksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan top reference oil. Satu hal yang tidak kalah penting, oli Enduro 4T Racing ini wangi, sehingga membuat pengendara semakin percaya diri. Oli wangi juga sulit dipalsukan loh. Berapa KM Motor Turun Mesin Jangan bangga motor gak pernah turun mesin dari baru, mekanik bilang bisa jadi bom waktu. Kadang pemilik motor emang suka pamer dan bangga saat motornya 3-4 tahun beli enggak pernah servis besar alias turun mesin. Padahal itu bisa jadi ancaman dan pemilik motor malah bisa keluar uang banyak. Alasan klasik pemilik motor biasanya mengaku kalau rajin merawatnya dan tidak asal-asalan ketika menggunakan motor. Padahal hal tersebut justru bisa jadi menimbulkan kerusakan mesin yang lebih serius. Itu menyimpan bom waktu sebenarnya, begitu nanti ada masalah, malah banyak komponen yang kena. Jadi jangan salah motor lebih sering diservis besar itu sebenarnya lebih sehat karena sering diteliti, begitu ada kerusakan langsung diperbaiki. Sebaiknya servis besar dilakukan setiap 25 ribu kilometer. Menurutnya setelah menempuh jarak tersebut ada sebagian komponen di dalam mesin yang kinerjanya sudah mulai berkurang. Ketika turun mesin enggak hanya bongkar, bersihkan, lalu pasang lagi. Pasti ada part yang diganti. Klep enggak mungkin cuma dibersihkan tapi di-skir, ganti oli, ganti busi. Kemudian ring seher, kampas kopling, rantai keteng dicek semua, kalau sudah lemah harus ganti. Ia menilai, patokan jarak tempuh adalah cara paling tepat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk servis besar. Kalau tahun enggak bisa jadi patokan karena kalau motor cuma disimpan buat apa servis besar. Demikianlah pembahasan mengenai Berapa KM Motor Turun Mesin semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
By Astra Motor Category : Info. 7 Bagian Motor yang Harus Diganti Secara Rutin. Layaknya tubuh manusia, motor juga harus dirawat agar kondisinya tetap prima sehingga tahan lama dan dapat berjalan dengan tanpa kendala. Untuk itu, perawatan secara rutin harus dilakukan terhadap motor kesayangan Anda.
Turun mesin motor tentu akan memberikan dampak pada kinerja motor maupun harga dari motor tersebut ketika dijual kembali. Mengingat mesin motor memiliki peran penting pada performa kendaraan roda dua tersebut. Sehingga, akan ada banyak hal yang dapat menyebabkan motor harus turun mesin. Yang paling sering adalah umur motor. Namun, faktanya umur motor tidak selalu menjadi alasannya. Ya, faktor perawatan motor yang kurang pun juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk itu, sebenarnya diperlukan sebuah perhatian demi mesin motor Anda agar lebih terawat dan terpelihara sehingga membuatnya awet, terhindar lebih lama dari turun mesin. Sebelum kita membahas mengenai penyebab turun mesin pada motor. Yuk, kita simak dulu mengenai apa itu turun mesin motor? Ya, mungkin turun mesin sudah tidak asing di telinga pemilik kendaraan. Sebab, turun mesin juga menjadi masalah yang sering dihadapi ketika melakukan servis kendaraan motor. Tapi, apakah kalian sudah tau apa itu turun mesin motor? Jadi, turun mesin motor adalah cara untuk menyelesaikan masalah pada mekanis sepeda motor. Dimana cara yang digunakan adalah dengan melepaskan mesin dari rangkanya. Proses pelepasan rangka ini dapat dilakukan pada sebagian atau keseluruhan. Ya, itulah sebebanya disebut dengan turun mesin. Turun mesin motor juga dapat membebaskan kalian dari beberapa masalah motor. Jadi, untuk beberapa kasus memang turun mesin menjadi wajib untuk dilakukan. Dengan turun mesin, teknisi jadi lebih leluasa melihat kondisi jantung mekanis dan melakukan penggantian komponen. Kata lain dari turun mesin motor yang wajar seperti ini adalah servis besar. Jadi, dapat dikatakan motor turun mesin adalah hal wajar. Penyebab Turun Mesin Motor Penyebab dari turun mesin motor itu sendiri sangat bermacam. Seperti yang sudah dibahas diatas, bahwa tidak hanya umur dari motor yang suda tua. Namun, lagi- lagi kurangnya perwatan pada motor juga dapat menjadi salah penyebanya. Jadi, jika motor kalian belum tua namun sudah turun mesin, coba ingat- ingat apakah sudah maksimal dalam melakukan perawatan kendaraan? Biasanya hal ini disebut turun mesin tidak wajar. Dimana usia pakai motor dibawah 6 tahun dan kecepatan dibawah 60 km. Karena hal ini, jika ada motor yang mengalami turun mesin dianggap tidak sebabnya perawatn pada kendaraan harus sering dilakukan dengan rutin. Karena jika turun mesin, maka kalian harus siap- siap menyiapkan anggaran lebih. Perlu diketahui bahwa turun mesin merupakan kondisi yang serius bagi sebuah kendaraan. Jadi, kalian harus segera membawanya ke bengkel resmi terdekat untuk diperbaiki agar motor bisa digunakan berkendara secara normal. Lalu, apa penyebab motor mengalami turun mesin? Berikut ulasannya untuk kalian. Baca Juga 5 Cara Memakai Sabuk Pengaman Fitur Keamanan Pada Mobil Telat Dalam Mengganti Oli Mesin Penyebab pertama yang akan kita bahas adalah oli mesin yang telat untuk diganti. Berapa kali dalam setahun kalina mengganti oli kendaraan? Telat oli dapat menjadi salah satu penyebab turun mesin sebab seperti yang kita ketahui, bahwa Kegunaan oli dalam mesin mempunyai tugas untuk memberi pelumas bagian-bagian mesin dan mengurangi resiko gesekan-gesekan dalam motor. Selain itu, oli mesin juga berfungsi untuk mendinginkan suhu dan meminimalisir gesekan yang terjadi pada mesin dengan mengisi celah-celah antara roda gigi gear dan bagian mesin lain. Sehingga mencegah terjadinya overheat mesin. Jadi, saat oli telah diganti maka akan terjadi gesekan yang semakin kasar pada mesin. Komponen di dalamnya akan cepat aus. Bahkan akibat yang lebih fatal adalah komponen bisa patah seperti halnya pada setang lehernya. Jika telat ganti oli jadi kebiasaan, bersiaplah untuk turun mesin. Mengabaikan Perawatan Servis Rutin dan Servis Besar Kedua adalah diabaikannya perawatan servis rutin. Dimana hal ini jika dibiarkan terus menurus dapat menjadi penyebab motor mengalami turun mesin. Jadi, jangan meyepelekan lagis ervis rutin ya. Sebab, banyak yang masih meremehkan urusan servis motor secara rutin. Salah satu alasannya adalah karena motor masih dalam performa yang baik. Padahal, motor yang tidak rutin diservis bisa mengalami kerusakan hingga bisa turun mesin. Selain itu, banyak juga yang tidak melakukan servis besar. Padahal, service rutin tiap bulan belum bisa menjamin mesin awet. Service besar perlu dilakukan untuk membersihkan ruang pembakaran dari kerak, penggantian oli serta penyetelan ulang komponen-komponen mesin. Jadi, jangan sampai terjdai kerusakan fatal. Mekanik di bengkel resmi akan membantu memperbaiki kerusakan sebelum Anda mengalami kerugian akibat turun mesin. Tidak Memperhatikan Cara Mengemudi Ternyatacara mengemudi yang buruk juga menjadi salah satu penyebab terjadinya turun mesin motor. Salah satu contohnya adalah cara mengemudi yang selalu melebihi batas kecepatan alias sering menggeber gas motor sehingga mesin cepat rusak. Jadi, sangat penting untuk diperhatikan agar menggunakan motor sesuai dengan peruntukannya. Menggunakan motor secara buruk akan membuat mesin motor cepat rusak. Motor Sering Terendam di Air Penyebab selanjutnya adalah sering terendamnya motor di air. Misalnya salah satunya adalah menerobos bajir. Ya, tidak hanya terendam dalam waktu lama, bahkan sering menerobos banjir juga menjadi penyebab turun mesin pada motor. Menerobos banjir dapat mengakibatkan air masuk ke mesin dan bercampur dengan oli. Motor mulai berkurang performanya dimana kualitas pelumasan tidak akan sempurna karena ada air yang masuk ke dalamnya. Sebab fungsi oli sebagai pemberi pelumas telah hilang. Dimana air justru mengakibatkan mesin berkarat dan baret-baret. Penyebab Turun Mesin Motor Sumber Gambar Google Air banjir yang masuk ke mesin juga bisa mengakibatkan motor mati mendadak saat digunakan. Turun mesin bisa menjadi solusi saat hal ini terjadi. Tentunya biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit. Melakukan Modifikasi Mesin Secara Berlebihan Penyebab turun mesin selanjutnya adalah modifikasi mesin yang dilakukan. Namun, sayangnya modifikasi mesin tidak memperhatikan atau tidak disesuaikan dengan kemampuan kendaraan. Seperti menambah kecepatan dan memaksakan performa yang tidak seharusnya. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih ekstra yang membuatnya lebih cepat aus. Hal ini yang membuat motor lebih cepat turun mesin. Jarang Mengecek Air Radiator Mengapa jarang mengecek air radiator dapat menyebabkan turun mesin motor? Seperti yang diketahui bahwa air radiator mempunyai fungsi untuk mendinginkan suhu mesin, jadi, jika air radiator sering habis kemudian diabaikan, mesin menjadi lebih sering overheat dan tidak awet. Ketika kalian jarang melakukan cek pada air radiator, maka kemungkinan kalian dapat kehababisan air radiator. Ketika air radiaor habis, maka mesin motor akan lebih cepat panas. Jika sampai overheating maka akan mempengaruhi kinerja oli yang tidak mampu bersikulasi degan baik. Akibatnya, ruang gerak piston menjadi rapat. Baca Juga Tips & Trik Membeli Helm di Online Shop, Siapa Takut? Penyebab turun mesin motor diatas tentu dapat kita cegah. Dimana salah satunya dengan melakukan servis rutin dan tidak menggunakan motor seca ugal- ugalan. Jadi, jangan sampai karena kecerobohan kita, motor menjadi turun mesin dan juga kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk turn mesin.
. 73 131 413 210 110 445 406 167
motor turun mesin apa saja yang diganti