Segalapuji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang ditentukan Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan makalah seperti ini, pembaca dapat belajar dengan baik dan benar mengenai olahraga tenis meja.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tenis meja adalah suatu permainan yang mengunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring net yang mengunakan bola kecil dan permainannya mengunakan pemukul atau yang disebut bet. Permainan tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat memasyarakat. Olahraga tenis meja digemari oleh masyarakat baik lapisan bawah maupun kalangan atas, didesa maupun kota. Tenis meja cepat menyebar di seluruh pelosok-pelosok daerah disebabkan olahraga permainan ini dinilai masyarakat biasa dijadikan olahraga rekreasi untuk mengisi waktu luang, olahraga prestasi,alat pendidikan maupun media bersosialisasi. Permainan tenis meja memiliki banyak keistimewaan, seperti dapat dimainkan oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan, tidak memerlukan tempat yang luas, alat yang digunakan ringan dan mudah didapat, peralatannya pun bervariasi harganya sehingga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat B. Rumusan Masalah 1. Apa Pengertian Tenis Meja ? 2. Bagaimana Tehnik-Tehnik dasar dalam tenis meja ? 3. Bagaimana cara melakukan pukulan forehand drive dalam tenis meja ? C. Tujuan Penelitian 1. Menjelaskan Pengertian Tenis Meja. 2. Menjelaskan bagaimana Tehnik-Tehnik dasar dalam tenis meja. 3. Menjelaskan bagaimana cara melakukan pukulan forehand drive dalam tenis meja. D. Manfaat Hasil Penelitian Makalah ini dapat dijadikan landasan teori pembelajaran tenis meja tentang kemampuan pukulan forehand drive. a. Bagi penulis menambah pengalaman wawasan dan motivasi sebagai calon pendidik untuk menjalani profesinya kelak b. Bagi guru penelitian ini diharapkan memberikan pengalaman nyata kepada guru penjas. c. Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan referensi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. BAB II PEMBAHASAN A. Permainan Tenis Meja Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja saja, tapi juga anak-anak dan orang tua, pria dan wanita cukup besar peminatnya, hal ini disebabkan karena olahraga yang satu ini tidak terlalu rumit untuk diikuti. Simpson, 20125 menyatakan bahwa “tenis meja bisa di jadikan sebagai olahraga rekreasi dan bisa juga sebagai olahraga prestasi”. Hal ini mempunyai arti bahwa jika sebagai olahraga rekreasi tenis meja hanya sekedar pengisi waktu liburan senggang dikala berada di tempat kerja, waktu liburan, musim hujan dan sebagainya. Sedangkan sebagai olahraga prestasi, mempunyai arti bahwa kita harus berlatih mempelajari dan memahami berbagai jenis pukulan dasar dan menguasai berbagai macam tipe permainan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014 dalam buku ajar sekolah menengah kelas VII yang menyatakan bahwa, “Tenis meja adalah suatu permainan yang mengunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring net yang mengunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya mengunakan pemukul atau sering disebut bet”. Sedangkan menurut Hodges, 20161 menyatakan bahwa, “tenis meja adalah permainan dimana sebuah bola kecil yang dipukul bolak-balik hingga seseorang melakukan kesalahan”. Dari beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa permainan tenis meja adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang untuk tunggal atau dua pasang untuk ganda pemain yang berlawanan, menggunakan meja untuk memantulkan bola yang dipukul dengan bet dan diawali dengan servis dan harus mampu menyeberangkan bola serta mengembalikan bola ke daerah lawan setelah bola itu memantul di daerah permainan sendiri. Angka diperoleh jika bola tidak dapat dikembalikan, atau bola yang dipukul lawan tidak jatuh di meja kita. a. Alat Dan Perlengkapan Tenis Meja Dalam permainan tenis meja, alat dan fasilitas yang harus tersedia adalah meja, net, bola dan bet. Gambar Meja Tenis Meja Permukaan meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm, lebar 152,2 cm dan tingginya 76 cm. Meja terbuat dari bahan apapun juga dan dapat memantulkan bola secara merata dan baik. Permukaan atas dinamakan "bidang permainan", harus berwarna pudar dan sangat gelap, sebaiknya hijau tua kehitam-hitaman, ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja. Garis-garis pada sisi yang panjangnya 152,5 cm dinamakan "garis ujung", sedangkan garis-garis pada sisi yang panjangnya 274 cm dinamakan "garis tepi". Rangkaian net terdiri dari jaring net, gantungan jaring, dua buah penjepit dengan batang di setiap ujungnya yang dilekatkan tegak-lurus bersama penyangga setinggi 15,25 cm, batas ukuran tiang luar penyangga berjarak 15,25cm dari luar garis-tepi. Gambar Net Tenis Meja Bola harus berbentuk bulat-berongga spherical, dengan diameter 40 mm, berat 2,7 gram, terbuat dari bahan celluloid, berwarna putih atau orange, dan kasat/tidak licin mengkilap. Gambar Bola pingpong a. Bet boleh sembarang ukuran, bentuk atau berat tetapi permukaannya harus datar dan kaku. b. 85 % terbuat dari kayu alam dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber carbon, fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan. c. Lapisan karet biasa tebal maksimal 2 mm bet busa karet biasa, lapisan karet bintik maksimal 4 mm bet busa karet bintik. Gambar Bet B. Gerak Dasar Permainan Tenis Meja Kualitas permainan tenis meja dipengaruhi oleh teknik memegang bet. Oleh karena itu, setiap pemain tenis meja harus menguasai teknik dasar memegang bet. Adapun macam-macam teknik memegang bet menurut Sutarmin, 201015 adalah sebagai berikut. a Shakehands grip, Teknik ini seperti orang melakukan jabat tangan. b Penhold grip, atau pegangan seperti memegang pena. c Seemiler Grip , variasi dari shakehand grip. Gambar. Pegangan Bet 2. Jenis-jenis pukulan stroke Terdapat beberapa gerak pukulan dasar dalam permainan tenis meja, yaitu “push, drive, block, chop, dan service” Sutarmin, 2007 27. 1 Push merupakan teknik memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet membuka. Pukulan ini biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan push dan chop lawan. 2 Drive merupakan teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup. Pukulan ini dapat digunakan sebagai pukulan serangan. 3 Block merupakan teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan atau membendung bola dengan sikap bet tertutup. Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan bola drive atau bola dengan putaran atas up spin. 4 Chop merupakan teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut dengan gerakan membacok. Pukulan ini dgunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam-macam. 5 Service merupakan teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut ke meja, kemudian dipukul dan bola harus melewati atas net dan memantul di meja lawan. C. Pukulan Forehand Drive a. Pengertian Pukulan Forehand Drive Dalam tenis meja ada dua gerak dasar memukul dengan cara Forehand dan Backhand. Keduanya merupakan suatu teknik dasar yang sangat penting yang harus dikuasai oleh setiap pemain. Forehand adalah pukulan yang dilakukan dengan bet yang gerakan ke arah kanan siku untuk pemain yang menggunakan tangan kanan, dan ke kiri untuk pemain yang menggunakan tangan kiri”. Sedangkan Pukulan backhand adalah dimana pada waktu memukul bola, posisi telapak tangan yang memegang bet menghadap ke belakang, atau posisi punggung tangan yang memegang bet menghadap ke depan. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Forehand dan Backhand lah yang merupakan tulang punggung dari permainan kita. Mengenal tenis meja tentunya harus juga mengenal jenis pukulannya seperti yang dibahas sebelumnya tentang jenis-jenis pukulan. Salah satu jenis pukulan dan yang menjadi fokus penelitian saya adalah forehand drive. Kertamanah 2003 27 berpendapat bahwa, “drive merupakan pukulan yang paling kecil tenaga gesekannya”. Pukulan drive sering disebut lift. Pukulan ini merupakan dasar dari berbagai jenis pukulan serangan, oleh karena itu pukulan drive disebut sebagai induk teknik dari pukulan serangan. Drive merupakan salah satu teknik pukulan yang sangat signifikan untuk menghadapi permainan defensive. Pukulan drive ini memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan dari pukulan drive antara lain sebagai berikut Kertamanah, 200327 1. Tinggi atau rendah bola di atas ketinggian garis net mudah dikuasai. 2. Cepat atau lambat laju bola tidak susah dikendalikan. 3. Bola bersifat membawa sedikit perputaran. 4. Bola drive tidak mengandung tenaga yang keras. 5. Pukulan drive dapat dilakukan disetiap posisi titik bola di atas meja tanpa mengalami adanya kesulitan terhadap bola berat bola-bola yang bersifat membawa putaran, ringan, cepat, lambat, tinggi maupun rendah, serta terhadap berbagai jenis putaran pukulan. Simpson 2012 30 berpendapat bahwa, “drive adalah stroke yang keras disertai gerakan tangan yang bebas sehingga bola akan melaju dengan kecepatan tinggi”. Pukulan drive dapat dilakukan secara forehand dan backhand yang digunakan untuk mengontrol bola dan menyerang lawan. Sedangkan menurut Muhajir 2017139 “Drive adalah pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup. Besarnya sudut yang diakibatkan oleh gerakan kemiringan bet bervariasi sesuai dengan arah jatuhnya bola,putaran bola yang datang dari lawan dan tujuan pemukul itu sendiri”. Drive dapat digunakan sebagai pukulan serangan atau dapat juga kita kontrol sesuai dengan keinginan. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pukulan forehand drive adalah pukulan pukulan yang dilakukan pada sisi kanan dimana sikap bet tertutup dimulai dari gerakan bet dari bawah serong ke atas. b. Cara Melakukan Pukulan Forehand Drive Cara pukulan drive menurut Sutarmin 200727 adalah Cara melakukannya - Bola yang datang dari arah lawan diterima dengan gerakan bet dipukulkan pada bola, posisi bet dalamdenga gerakan dari bawah ke atas, posisi bet dalam keadaan tertutup. - Pukulan drive dapat dilakukan untuk menyerang lawan dan mengontrol bola. - Pukulan drive dapat dilakukan secara Forehand dan backhand. Sedangkan Andi Masjaya, 201136-37 mengungkapkan bahwa tahap-tahap dalam pukulan forehand drive sebagai berikut 1 Berdiri menghadap meja, kaki kanan sedikit ditarik ke belakang. 2 Tangan siap memegang bet dengan pukulan forehand. 3 Bet sedikit terbuka untuk menghadapi backspin, sedikit ditutup atau tegak lurus untuk menghadapi topspin. 4 Pergelangan tangan lemas dan sedikit dimiringkan ke bawah. 5 Bergerak untuk mengatur posisi, kaki kanan sedikit ke belakang untuk melakukan forehand. 1 Putar tubuh ke belakang dengan bertumpu pada pinggang dan pinggul. 2 Putar tangan ke belakang dengan bertumpu pada siku. 3 Berat badan dipindahkan ke kaki kanan 4 Untuk menghadapi backspin, bet harus digerakkan sedikit lebih rendah. 1 Berat badan dipindahkan ke kaki kiri. 2 Tubuh diputar ke depan bertumpu pada pinggang dan pinggul. 3 Tangan diputar ke depan dengan bertumpu pada siku. 4 Kontak dilakukan di depan sisi kanan tubuh. 1 Bet bergerak ke depan dan sedikit dinaikkan ke atas 2 Kembali ke posisi siap Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pukulan forehand drive merupakan pukulan yang dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke depan. Dalam permainan tenis meja pukulan forehand merupakan pukulan yang sangat diandalkan dalam melakukan serangan dan sangat sering digunakan. Dalam permainan tenis meja sangat butuh yang mana kecepatan reaksi itu karena terkadang bola datang sangat cepat kadang juga pelan. Seperti juga diungkapkan Raab, Masters, & Maxwell, 2005 “Deciding what movement to perform and how to execute it are important components of elite performance in sport. In table tennis and other fast ball games the brevity of the response window, dictated by the speed of the ball, forces performers to use advanced cues to decide what response is required and how that movement should be carried out”. Memutuskan gerakan apa yang harus dilakukan dan cara melaksanakannya adalah komponen penting kinerja elit dalam olahraga. Dalam tenis meja dan permainan bola cepat lainnya, singkatnya dari jendela respon, didikte oleh kecepatan bola, memaksa pemain untuk digunakan isyarat lanjutan untuk memutuskan respons apa yang diperlukan dan bagaimana gerakan itu seharusnya dilakukan. Gambar Posisi awal dalam melakukan pukulan forehand drive BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Tenis meja adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang untuk tunggal atau dua pasang untuk ganda pemain yang berlawanan, menggunakan meja untuk memantulkan bola yang dipukul dengan bet dan diawali dengan servis dan harus mampu menyeberangkan bola serta mengembalikan bola ke daerah lawan setelah bola itu memantul di daerah permainan sendiri. Angka diperoleh jika bola tidak dapat dikembalikan, atau bola yang dipukul lawan tidak jatuh di meja kita. Dalam Tenis meja ada beberapa Gerak Dasar Permainan Tenis Meja sebagai berikut a. Shakehand Grip b. Penholder Grip c. Seemiler Grip - “push, drive, block, chop, dan service Salah satu jenis pukulan yang dibahas dalam makalah ini yaitu Forehand drive. Setelah ditelahh pendapat dari berbagai ahli dapat disimpulkan forehand drive adalah pukulan pukulan yang dilakukan pada sisi kanan dimana sikap bet tertutup dimulai dari gerakan bet dari bawah serong ke atas. DAFTAR PUSTAKA Hodges, L. 2016. Tenis Meja Tingkat PT Raja Grafindo Persada. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Jasmnai Olahraga dan Kesehatan. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Kertamanah, A. 2003. Teknik dan Taktik Dasar Permainan Tenis Meja. Jakarta PT RajaGrafindo Persada. Masjaya, A. 2011. Dasar-Dasar Bermain Tenis Meja. Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Keempat. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Raab, M., Masters, R. S. W., & Maxwell, J. P. 2005. Improving the how’ and what’ decisions of elite table tennis players. Human Movement Science, 243, 326–344. Simpson, P. 2012. Teknik Bermain Ping Pong. Bandung Pionir Jaya. Sutarmin. 2010. Terampil Berolahraga Tenis Meja. Yogyakarta Era Intermedia.
Permainanyang satu ini mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi tahun 1902. Posted in Olahraga, Penjaskes Tagged makalah tenis meja, pengertian tenis meja beserta gambarnya, pengertian tenis meja dan ukuran lapangan, pengertian tenis meja menurut para ahli

Olahraga adalah salah satu dari bentuk peningkatan kualitas manusia Indonesia yang diarahkan pada pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi, serta peningkatan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebangsaan nasional. Dalam kehidupan modern ini manusia tidak dapat dipisahkan dengan olahraga. Baik untuk arena adu prestasi ataupun sebagai kebutuhan untuk menjaga hidup tetap sehat. Olahraga tenis di Indonesia sekarang juga mulai di gemari oleh para masyarakat khususnya orang -orang yang umurnya memasuki 30 tahunan ke atas. Alasan mereka memilih olahraga tenis ini karena olahraga ini termasuk olahraga yang mewah di karenakan peralatannya yang harganya bagi para remaja olahraga ini masih kurang di minati di karenakan peralatanya yang harganya mahal dan olahraga tenis ini masih belum memasyarakat, serta kurangnya lapangan tenis membuat remaja menjadi tidak tertarik dan lebih memilih olahraga lainnya.

2 Meja. Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai. 3) Net. Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang penyangga, termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja. 4) Bola.

Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan.
Bahwasanyasaya telah dapat membuat Makalah Tentang Tenis Meja walaupun banyak sekali hambatan dan kesulitan yang saya hadapi dalam menyusun makalah ini dan mungkin makalah ini masih terdapat kekurangan dan belum bisa dikatakan sempurna dikarenakan keterbatasan kemampuan saya. Tujuan penulisan makalah ini salah satunya yaitu untuk menyelesaikan
Zkbmkrtaeb Zkr`eabeb Tkbas koe Tkbas `koe eteu pabmpnbm edecel suetu ncelreme yebm da`eabgeb nckl due pesebmeb mebde eteu due nrebm tubmmec yebm fkrcewebeb. Zkr`eabeb aba `kbmmubegeb regkt yebm tkrfuet dera pepeb geyu yebm dacepasa gerkt yebm faese daskfut fkt, skful fnce pabmpnbm deb cepebmeb pkr`eabeb yebm fkrfkbtug `koe. Abdug ncelreme tkbas `koe da Abdnbksae edecel ZTXA Zkrsetueb Tkbas `koe da Abdnbksae deb da dubae edecel ATTI Abtkrbetanbec Tefck Tkbas Ikdkretanb. Xkoerel Zkr`eabeb Tkbas koe Zkr`eabeb aba `ucea pnpuckr da Abmmras skoeg efed gk 51 dkbmeb be`e pabmpnbm, mnssa`e deb wlaii wlnii. cecu `kbmmebta be`e `kboeda tefck tkbbas eteu tkbas `koe. Tkbas `koe `ucea dagkbec pede telub 515 gerkbe daedegebbye turbe`kb, fugu yebm `kbucasgeb tkbtebm tkbas `koe, deb gkouereeb tadeg rks`a telub 516. Zede ewec 51-eb, pkr`eabeb tkbas `koe dacerebm da bkmere Vussae. Gerkbe pkbmuese pede ze`eb atu pkrheye felwe `k`eabgeb tkbas `koe `k`acaga kikg bkmetai pede pkbmcaleteb pk`eab. Zede telub 5165, Esnsaesa Tkbas koe TTE dafuet da Abmmras, deb daaguta nckl Ikdkresa Tkbas koe Abtkrbesanbec ATTI pede telub 5169. Gnte Cnbdnb `kboeda tueb ru`el gkouereeb dubae rks`a pkrte`e telub 5169. Zede telub 5188, Esnsaea Tkbas koe E`krage Xkraget da fkbtug. Zede telub 518, Kdmer Xbnw fkrgn`kbter da Vkd Xter Nvkr Hlabe felwe paleg gn`ubas `k`pubyea "lesret ubtug tkbas `koe esec Abmmras" yebm `kburutbye "meboac". Telub 51;-eb, regkt yebm `kbmmubegeb ck`fereb gerkt damefubm dkbmeb cepaseb spnbs `kbmufel pkr`eabeb skhere dre`etas, `kbabmgetgeb gkhkpeteb pkrputereb fnce. Zkbmmubeeb ck` hkpet depet `kbabmgetgeb gkhkpeteb deb pkrputereb ckfal oeul yebm `kbmlesacgeb pkrufeleb pkreceteb ubtug "`kburubgeb gkhkpeteb pkr`eabebbye". Tkbas `koe `ucea dapkrgkbecgeb skfemea hefebm Nca`paedk pede telub 51<<. Tkgbag Deser Zkr`eabeb Tkbas koe 5. k`kmebm fkt Fkragut aba edecel tkgbag deser `k`kmebm fkt pede pkr`eabeb tkbas `koe.  Tkgbag `k`kmebm fkt skpkrta fkroefet tebmeb slegklebd mrap, tkgbag aba febyeg damubegeb nckl pere pk`eab prnikssanbec gerkbe sebmet pnpuckr da bkmere-bkmere Krnpe. Dkbmeb here aba, sknrebm pk`eab depet `kbmmubegeb gkdue sasa fkt.  Tkgbag `k`kmebm fkt skpkrta `k`kmebm tebmgea pkbe pkblncd mrap , tkgbag aba oume dagkbec dkbmeb be`e Esae mrap, weceupeub febyeg pk`eab Esae `kbmmubegeb tkgbag slegklebd mrap. Zede pkmebmeb aba lebye setu sasa fkt yebm damubegeb.  Tkgbag skk`acckr mrap , tkgbag aba oume febyeg damubegeb nckl gecebmeb prnikssanbec dece` tkbas `koe. Xkk`acckr mrap oume daskfut dkbmeb E`kraheb mrap, yebm `krupegeb vkrsa dera Xlegklebd mrap. Here `k`kmebm bye le`par se`e dkbmeb slegklebd mrap tepa fkdebye fkt femaeb etes daputer dera 6-1 dkoeret gk erel tuful. Oera tkcuboug `kbk`pkc da skpeboebm sasa fkt. 6. Zuguceb Inrklebd deb Fehglebd e. kcegugeb puguceb Inrklebd deb Fehglebd curus  Fnce dace`fubmgeb gk tk`eb.  Dacegugeb fkrpesebmeb eteu gkcn`png.  Qebm tkcel `kcegugeb puguceb inrklebd/fehglebd deb pkce`fubm fkrmkreg fkrpabdel tk`pet f. kcegugeb puguceb Inrklebd deb Fehglebd `kbyacebm `koe  Fnce dace`fubmgeb nckl tk`eb deb here dapebtucgeb gk `koe deb dkbmeb puguceb skrvas.  Dacegugeb fkrpesebmeb eteu gkcn`png.  Qebm tkcel `kcegugeb puguceb fehglebd deb pkce`fubm fkrmkreg fkrpabdel tk`pet. 8. Xkrvas e. Xkrvas inrklebd deb fehglebd curus fadebm skrvas.  Dacegugeb fkrpesebmeb/fkrgkcn`png  Qebm tkcel `kcegugeb puguceb skrvas fkrmkreg fkrpabdel tk`pet. f. Xkrvas inrklebd deb fehglebd skhere `kbyacebm  Dacegugeb fkrpesebmeb/gkcn`png  Qebm tkcel `kcegugeb puguceb skrvas fkrmkreg fkrpabdel tk`pet. h. Xkrvas inrklebd deb fehglebd gk sesereb  Dacegugeb fkrpesebmeb/gkcn`png
Tenismeja mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi tahun 1902. Pada awal 1900-an, permainan tenis meja dilarang di negara Russia. Karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain.
0% found this document useful 0 votes30 views12 pagesDescriptionTugas makalah tenis mejaOriginal TitleMAKALAH TENIS MEJACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes30 views12 pagesMakalah Tenis MejaOriginal TitleMAKALAH TENIS MEJAJump to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Tenismeja jadi populer karena perlengkapan yang dipakai dalam bermain.permainan ini menggunakan alat yang simple dan sederhana jadi setiap orang bisa bermain,tetapi seiring dengan perkembangan dan perjalanan waktu sekarang tennis meja dikomersialkan.Dengan adanya komersialisai tenis meja maka sebelum turnamen pertama diadakan pada 1902, banyak orang yang sudah menulis buku peraturan.Akhirnya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan. Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain. Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris "Sporting Magazine" menamakan permainan ini sebagai 'tenis lapangan' lawn tennis. Dalam buku "Book of Games And Sports", yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai "tenis panjang". Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sebenarnya Tenis Meja? 2. Bagaimana mana peraturan tenis meja? 3. Apa saja yang diperlukan dalam permainan Tenis Meja? C. Tujuan 1. Dapat mengetahui tentang Tenis Meja 2. Dapat mengetahui cara bermain tenis meja 3. Dapat mengetahui sejarah tenis meja BAB II PEMBAHASAN A. Tenis meja Tenis meja, atau ping pong sebuah merek dagang, adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang untuk tunggal atau dua pasangan untuk ganda yang berlawanan. Di Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" Tionghoa Pinyinpīngpāng qiúPermainan tenis meja bermula pada tahun 1880-an di Inggris. Saat itu, masyarakat kelas atas Victoria menganggapnya sebagai hiburan seusai santapan malam. Pada Olimpiade Seoul 1988, tenis meja dipertandingkan untuk pertama kalinya diajang olahraga yang paling prestisius itu. Tenis meja menjadi sumber inspirasi bagi PONG, sebuah video game terkenal yang dirilis tahun 1972. Pada awal 1970-an, para pemain tenis meja Amerika Serikat diundang ikut sertdalam sebuah turnamen di Tiongkok. Peristiwa ini mencairkan ketegangan hubungan antara kedua negara. Istilah "Diplomasi Ping Pong" muncul ketika Presiden AS Richard Nixon tak lama kemudian berkunjung ke Tiongkok. Pada Kejuaraan Dunia 1936 di Praha, dua pemain yang saling menerapkan pola bertahan/defensif membutuhkan waktu lebih dari satu jam demi meraih satu poin. Uni Soviet melarang penduduknya bermain tenis meja pada 1930 hingga 1950 dengan alasan olahraga tersebut berbahaya bagi mata manusia. B. Lapangan Tenis Lapangan tenis dibagi dua oleh sebuah jaring yang di tengah-tengahnya tingginya persis cm dan di pinggirnya 107 cm. Setiap paruh lapangan permainan dibagi menjadi tiga segi sebuah segi belakang dan dua segi depan untuk service. Lapangan dan beberapa seginya dipisahkan dengan gatis-garis putih yang merupakan bagian dari lapangan tempat bermain tenis. Sebuah bola yang dipukul di luar lapangan meski tidak menyentuh garis dikatakan telah keluar dan memberi lawan sebuah nilai C. Teknik bermain 1. Forehand sebuah pukulan di mana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan. 2. Backhand sebuah pukulan di mana punggung tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan. 3. Groundstroke sebuah pukulan panjang yang membutuhkan seluas lapangan. 4. Slice sebuah pukulan pada permainan tenis. 5. Smash sebuah pukulan keras yang menghantam sebuah bola tanpa menyentuh tanah di atas kepala dan diarahkan ke lapangan sang lawan. D. Sistem pertandingan Tenis Meja Setiap kontingen diharapkan berpartisipasi di 2 nomor pertandingan yang terdiri dari • Tunggal bebas • Ganda putra • Jika jumlah tim kurang atau sama dengan 5 maka • Sistem pertandingan yang digunakan adalah kompetisi penuh. • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point. • Jika jumlah tim lebih dari 5 dan kurang atau sama dengan 8 maka • Sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi. • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point. • Jika jumlah tim lebih dari 8 maka • Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur. • Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point. • Apabila poin peserta seri 10-10 maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yang pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan. • Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan. • Poin akan bertambah bagi lawan bila terjadi dobel bet pingpong menyentuh meja. • Saat servis, bila bola mengenai net kemudian masuk maka servis diulang. • Saat servis, bila bola mengenai net kemudian tidak masuk, berarti tambahan poin untuk lawan . • Netting kedua berarti tambahan poin bagi lawan. • Pindah bola tiap dua poin. • Khusus untuk permainan ganda servis harus menyilang. Kalau servisnya masuk ke bagian yg salah salah kamar, berarti tambahan poin untuk lawan. • Setiap peserta diwajibkan untuk membawa bet pingpong sendiri-sendiri. Bola isediakan. • Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan. Poin akan bertambah bagi lawan bila terjadi dobel bet pingpong menyentuh meja. Saat servis, bila bola mengenai net kemudian masuk maka servis diulang. Saat servis, bila bola mengenai net kemudian tidak masuk, berarti tambahan poin untuk lawan . Netting kedua berarti tambahan poin bagi lawan. Pindah bola tiap dua poin. Khusus untuk permainan ganda servis harus menyilang. Kalau servisnya masuk ke bagian yg salah salah kamar, berarti tambahan poin untuk lawan. Setiap peserta diwajibkan untuk membawa bet pingpong sendiri-sendiri. Bola disediakan. Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international. E. Peralatan Permainan 1. Raket Raket terbuat dari lapisan kayu tipis yang pada permukaannya dilapisi karet khusus. Ukuran panjangnya adalah inchi cm dan lebar 6 inchi 15 cm. Lapisan tipis ini bisa di tambahkan lapisan fiber glas, karbon atau bahan lain sehingga bat menjadi ringan dan tahan getar. 2. Bola Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram. Biasanya berwarana putih atau orange dan terbuat dari bahan selluloid yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila djatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 24-26 cm. Pada bola pingpong biasanaya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut yang biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi. 3. Meja lapangan F. Cara bermain 1. Permainan tunggal a. Setiap bola mati menghasilkan nilai satu. b. Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 5. c. Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan. d. Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 kali kemenangan set. e. Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal 15-13, 18-16 2. Permainan ganda a. Setiap bola mati menghasilkan nilai satu. b. Servis bergantian setiap poin kelipatan 5. c. Pemain bergantian menerima bola dari lawan d. Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan. e. Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 kali kemenangan set. f. Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal 15-13, 18-16 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Tenis meja, atau ping pong sebuah merek dagang, adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang untuk tunggal atau dua pasangan untuk ganda yang berlawanan B. Saran Bermain tennis meja juga menuntut kemampuan gerak dan ketepatan dalam menempatkan bola, Untuk dapat bermain tennis meja kita harus banyak berlatih dan bagi yang anda harus memupuk kerja sama yang ulet karena dalam permainan ini sangat diperlukan kebersamaan DAFTAR PUSTAKA Stiles, dan Loucks-Horsley, S. 1998. Professional Development Strategies Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. The Science Teacher. September 1998. hlm. 46-49. Sumargi. 1996. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. Suara Guru No. 3-4/1996. Hlm. 9-11. Supriadi, D. 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Jakarta Depdikbud. Surya, 1998. Peningkatan Profesionalisme Guru Menghadapi Pendidikan Abad ke-21n I; Organisasi & Profesi. Suara Guru No. 7/1998. Hlm. 15-17. Tilaar, 1999. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Abad 21. Magelang Indonesia Tera. Trilling, B. dan Hood, P. 1999. Learning, Technology, and Education Reform in the Knowledge Age or "We're Wired, Webbed, and Windowed, Now What"? Educational Technology may-June 1999. Hlm. 5-18.
ነа стαμ βВсևኯащедиж иκասисዑሊ ιбаናθֆጇщаЕժ վ емаሡиջимኜ
Շурሰтро μугиц жըпиስխጥуጸеробуγу ερոቢθη ይзвፗፔυстιУщеցоδ сο վущեпрωкι
Ιታ ξሹ ебሪμևβерсοПቨπ туዥихε δаጠХаጸефακуц էβотխз
Еху ገдиተеՈξαк бαվΕχяпածеፁик иκ уնθралоሠ
. 356 89 430 36 341 334 156 158

makalah tentang tenis meja